NEWS UPDATE :  

Artikel

Inspirasi dari Kampus Rakyat: Dwi Harianto Bagikan Kunci Sukses Tembus IPB University di SMAN 2 PPU

PENAJAM PASER UTARA – Aura antusiasme menyelimuti kelas 12-3 SMAN 2 Penajam Paser Utara (PPU) tanggal 13 Januari 2026, saat salah satu putra terbaik daerahnya kembali pulang untuk berbagi ilmu. Dwi Harianto, alumni kebanggaan SMAN 2 PPU yang kini menempuh semester 6 di jurusan Ilmu Gizi, IPB University, hadir dalam kegiatan Campus to School untuk memotivasi adik-adik kelasnya mengejar mimpi hingga ke tanah Jawa.

Sebagai mahasiswa yang menyandang predikat salah satu mahasiswa terbaik asal PPU, Dwi membawa misi penting: mematahkan stigma bahwa kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama di luar pulau itu sulit dan mahal.

Mengenal IPB University dan Jurusan Ilmu Gizi

Dalam pemaparannya, Dwi menjelaskan bahwa IPB University (Institut Pertanian Bogor) bukan sekadar sekolah pertanian biasa. IPB adalah salah satu kampus terbaik bangsa dengan fasilitas kelas dunia.

Secara khusus, Dwi memperkenalkan jurusan yang ia tekuni, yaitu Ilmu Gizi. Jurusan ini sangat krusial bagi masa depan Indonesia, terutama dalam menangani isu kesehatan dan pangan. Menjadi mahasiswa Ilmu Gizi di IPB memberikan peluang karier yang luas, mulai dari konsultan kesehatan, ahli gizi rumah sakit, hingga peneliti di industri pangan global.

Jalur Masuk PTN di Luar Kalimantan

Bagi siswa di Kalimantan Timur, merantau untuk kuliah seringkali dianggap menantang. Dwi merangkum beberapa jalur utama untuk menembus IPB dan PTN lainnya:

  1. SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi): Mengandalkan nilai rapor dan prestasi akademik/non-akademik.

  2. SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes): Melalui ujian tulis (UTBK) yang menguji kemampuan kognitif dan penalaran.

  3. Jalur Mandiri: IPB memiliki jalur khusus seperti Ketua OSIS, PIN (Prestasi Internasional dan Nasional), serta UTM-BK.

Kuliah Gratis dengan Beasiswa

Salah satu poin yang paling dinanti adalah informasi mengenai pendanaan. Dwi menekankan bahwa biaya tidak boleh menjadi penghalang untuk mengenyam pendidikan tinggi. Beberapa skema beasiswa yang bisa dimanfaatkan antara lain:

  • KIP-Kuliah: Program pemerintah yang menanggung biaya kuliah (UKT) hingga uang saku bulanan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

  • Beasiswa Utusan Daerah (BUD): Kerjasama antara IPB dengan Pemerintah Kabupaten PPU untuk memfasilitasi putra daerah terbaik agar bisa kembali dan membangun daerah setelah lulus.

  • Beasiswa Prestasi: Berbagai yayasan swasta dan perusahaan seringkali menawarkan beasiswa bagi mahasiswa yang memiliki IPK tinggi selama masa perkuliahan.

Pesan untuk Adik Kelas

Di akhir sesi, Dwi memberikan pesan yang sangat menyentuh. Ia mengingatkan bahwa menjadi mahasiswa dari daerah bukan berarti kalah bersaing.

"Kunci utamanya adalah berani bermimpi dan disiplin dalam persiapan. Saya berdiri di sini sebagai bukti bahwa lulusan SMAN 2 PPU mampu bersaing di tingkat nasional. Jangan takut keluar dari zona nyaman di Kalimantan; dunia luar akan membentuk kalian menjadi pribadi yang lebih tangguh," ujar Dwi dengan penuh semangat.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi siswa PPU untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, demi menyambut masa depan PPU sebagai serambi Ibu Kota Nusantara (IKN).